Suatu ketika terjadi percakapan antara CS (Customer Service) salah satu bank dengan nasabah pemohon kartu kredit melalui jaringan telepon.
CS: "Selamat pagi, saya dengan Santi bisa dibantu?"
Nasabah: "Selamat pagi mbak, begini mbak saya mau tanya tentang permohonan kartu kredit saya sudah ditahap mana? kok belum ada telepon survey ke rumah atau ke kantor?"
CS: "Oh, kalo boleh tahu bapak sudah berapa lama mengajukan permohonan kartu kreditnya?"
Nasabah: "Sudah 3 minggu, Mbak."
CS: "Boleh saya minta data Anda, Pak?"
Nasabah: "Silahkan."
CS: "Boleh sebutkan tanggal lahir Anda yang berdasarkan KTP?"
Nasabah: "1 Januari 1985."
CS: "Nama Anda yang sesuai KTP?"
Nasabah: "Saijsab, boleh saya eja dengan alphabeticnya, mbak?"
CS: "Silahkan, Pak."
Nasabah: "Sayang Aku Ingin Jadi Suami Anda Boleh (Saijsab)"
CS: "Hah? Bisa diulangi pak? Kurang jelas dengan nama Anda?"
Nasabah: "Saijsab, S=Sayang, Nasabah:Aku, I=Ingin, J=Jadi, S=Suami, Nasabah:Anda, B=Boleh, gimana mbak apa jelas?"
CS: "Saijsab yah pak, saya ulangi dengan alphabeticnya, S=Sierra, A=Alpha, I=India, J=Juliet, S=Sierra, A=Alpha dan B=Bravo. Apa betul, Pak?"
Nasabah: "Tepat sekali."
CS: "Untuk proses kartu kredit bapak telah sampai di bagian administrasi pak, mungkin dalam beberapa hari ini lagi akan dihubungi via telepon ke kantor atau ke rumah."
Nasabah: "Oh terima kasih mbak atas infonya, bagaimana pertanyaan saya tadi, Mbak?"
CS: "Pertanyaan yang mana, Pak?"
Nasabah: "Saya ingin jadi suami Anda."
CS: "Maaf pak saya sudah berkeluarga dan punya cucu 1, ada yang bisa saya bantu lagi, Pak?"
Nasabah: "Oh tidak-tidak, terima kasih, selamat pagi."
CS: "Selamat pagi juga, terima kasih telah menghubungi kami."