Selasa, 24 Desember 2013

Menggali Kuburan Suami

Ada seorang bapa tua yang sakit sakitan meninggal dunia. Selang 70 tahun kemudian keluarganya bermaksud menggali tulang-tulangnya, sebagaimana kebiasaan adat Batak Toba.

Di saat menggali kuburanya istrinya menyuruh anaknya untuk menggalinya. Di saat digali tanahnya anaknya berkata:

"Mama... Kok tulang-tulang bapa ada ekornya ya?"

Mamanya pun menagis dan berkata, "Amongoi amang nung mate ho gabe adong ihur mu uhhhuuhhhh.. " (setelah mati kau bapa kok kamu jadi berekor)

Sesudah itu digali lagi anaknya berkata,

"Mama... kok ada kepalanya tapi kepalanya hidungnya kok panjang?"

Mamanya menangis lagi, "Amongoiiii amang tikkimate ho denggan do nian hu paborhat ho saonari gabe adong osang osang mu.." (waktu bapa meninggal baiknya kuberangkatkan sekarang kok hidung mu panjang)

Ketiga kalinya anaknya menggali, "Eh... kok kepalanya ada tanduk nya?"

Mama nya menagisi lagi, "Aha hian do dosam gabe dohot ulum ganjang martanduk?" (apa nya dulu dosammu bapa kok sekarang pun kepala mu ada tanduk nya)

Tiba-tiba ada seorang bapa berkata, "Ngapain kalian nangis nangis di sini?"

Ibu itu pun berkata, "Lihatlah suamiku ini waktu dia meninggal baiknya aku berangkatkan sekarang kok berubah ada tanduk nya?"

Bapa-bapa itupun berkata, "Heeee bodohnya kalian. Ini kan tempat kuburan kerbau, waktu dulu kuburan suamimu di sana samping sana tuh.."