Minggu, 25 Januari 2015

Menu Warung Makan Ala Perancis

Ada orang yang beranggapan kalau makanan yang kita santap diberi nama Perancis, akan terasa lebih enak. Hal tersebut disebabkan antara lain karena anggapan bahwa semua makanan yang berbau Perancis bermutu tinggi. Perancisisasi juga membuat orang yang akan bersantap mempunyai citra yang kabur tentang apa sebenarnya yang ia mau santap. Misalnya:

Filet mignon (secara harafiah artinya: irisan yang lembut)
Pate de fois gras (liver paste)
Chevalen (daging kuda)
Monsieur de Veau (daging lembu muda, veal)
Escargot d'France (bekicot, keong) dsb.

Si Minah yang warungnya sering dikunjungi turis  (backpackers) Perancis, tidak mau kalah. Dia pasang  menu sebagai berikut:

CHEF'S SPECIAL:
Oucing Pete de Chine (Oseng Pete Cina)
Chateau de Batavie (Soto Betawi)
Saiyour de Lourdes (Sayur Lodeh)
Roujaxe d'Oleque (Rujak Ulek)
Café a la Tobruq (Kopi Tubruk)
Cappuccino de Preangers (Bajigur)
Naxis Geaux rain (Nasi Goreng)(
Manioc de Mer (singkong Rebus)
Vouz vour que tans Noir (Bubur Ketan Item)

And special today:

Loun Tounqe Saiyour (Lontong Sayur)
Hab Max Janoux Lufaz Bayaour = Habis Makan Jangan Lupa Bayar!

Zalmz,
Minah de Lennox

Selasa, 06 Januari 2015

Menu Restoran Paling Mahal

Ini adalah sebuah kisah anak tunggal dari seorang duda jutawan yang bernama Ponidi. Suatu hari ayah Ponidi meninggal, ia mendapatkan seluruh warisan, sehingga Ponidilah yang menjadi jutawan.

Kemudian dengan bangga ia mengajak temannya (Paijo) untuk ditratir disebuah restoran ternama.

Pelayan: "Pesan apa pak??"
Ponidi: "Mmmm..., Jo !! Lo pesen apa?"
Paijo: "Gue nurut deeech..."
Ponidi: "Gini aja mas.., Kami pesen menu termahal.."
Pelayan: "Baik Pak.., tapi tinggal 1 porsi pak.."
Ponidi: "Tidak apa-apa, menu termahal buat berdua pasti kenyang."

Selang beberapa waktu kemudian, pelayan membawa unggas panggang yang sangat kecil.

Pelayan: "Silakan pak.."
Ponidi: "Apa-apaan ini??!! Gue pesen yang termahal, kok dikasih burung panggang, kecil lagi."
Pelayan: "Iya Pak. Ini harganya Rp 4.500.000,-"
Ponidi: "Walah, gila kali..."
Pelayan: "Kemarin Burung perkutut ini menang lomba, ditawar 3 juta aja sama bos tidak dikasih..."
Ponidi: "?????@#$%"

Sabtu, 03 Januari 2015

Belajar Korupsi di Sekolah

Banu adalah anak seorang pejabat negara yang bertugas dalam bidang keuangan. Kebetulan, Banu pun merupakan bendahara di sekolahnya. Suatu hari, ia ketahuan menggunakan uang kelas itu untuk keperluan pribadi. Dipanggillah ia ke ruang guru.

Guru: "Mengapa kau gunakan uang itu untuk kepentinganmu sendiri? Padahal itu kan uang milik temanmu! Apakah kau sedang terdesak?"

Banu: "Tidak, Bu..."

Guru: "Lalu mengapa?" (Banu hanya terdiam) "Cepat katakan! Jika tidak,akan saya laporkan kepada ayahmu!!"

Banu: "Laporin aja, Bu! Toh ayah saya yang mengajarkannya kepada saya."